Postingan

Ilustrasi story/ mitos

“Kalau nyapu ga bersuh nanti suaminya brewokan??” Dulu waktu kecil sering dikasih tau gini. Ini sebenarnya bukan tentang jodoh beneran brewokan atau enggak. Tapi lebih ke ngasih tau secara halus aja biar kita belajar bersih dan teliti. Mitos ini biasanya ditunjukan ke anak perempuan supaya Rajin bersih-bersih rumah Nggak asal-asalan saat nyapu Belajar tanggung jawab dari hal kecil ❌ Secara logika dan sains: enggak benar. Bersih atau nggak nya kamu nyapu nggak ada hubungannya sama bentuk wajah calon suami. ✅ Tapi... secara budaya, ini cara unik orang tua buat ngajarin nilai kebersihan dan kedisiplinan.

Review Journal (tugas 4)

https://drive.google.com/file/d/16JJ3bKtg0mF3_eHmGO7AnaJXucIhDoz1/view?usp=drivesdk (ini jurnal yang saya cari dan akan saya review) Identitas Jurnal Judul: Bahasa dan Gender Penulis: Umi Hijriyah, M.Pd. Institusi: IAIN Raden Intan Lampung Topik Utama: Relasi antara bahasa dan ketimpangan gender dalam masyarakat patriarkal • Tujuan Penelitian Jurnal ini ngebahas soal gimana bahasa bisa bikin perempuan jadi terpinggirkan dalam masyarakat, terutama di masyarakat yang patriakal (yang laki-lakinya lebih dominan). Bahasa ternyata nggak netral, dan sering dipakai untuk membedakan bahkan merendahkan perempuan. Isi pentingnya apa aja sihh🤔? 1.  Bahasa itu punya "kuasa" Bahasa dibentuk oleh orang-orang yang punya kuasa (biasanya laki-laki), jadi cara perempuan dan laki-laki ngomong itu beda — dan perbedaan itu sering nggak adil buat perempuan. 2.  Seks dan gender itu beda Seks = laki-laki atau perempuan secara biologis. Gender = sifat atau peran yang ditetapkan mas...

Paradigma teori (tugas 3)

Paradigma teori “Language and Gender” menggunakan 4 paradigma yaitu; 1. Paradigma Positivisme: "Bisa dihitung dan dibuktikan" Fokusnya:  "Apa bedanya cara ngomong cewek dan cowok?" Di sini, peneliti kayak ilmuwan yang pakai angka dan data. Contohnya: menghitung berapa kali perempuan bilang "maaf", atau seberapa sering laki-laki menyela saat orang lain bicara. Semua hal diukur pakai data, terus disimpulkan.   Tujuannya:  cari pola yang  umum  dan bisa dipakai buat semua orang. 2. Paradigma Interpretif: "Pahami makna dari obrolannya?" Fokusnya:  "Kenapa perempuan ngomongnya lebih sopan? Peneliti nyari makna di balik kata-kata itu. Nggak pakai angka, tapi wawancara dan ngobrol langsung. Misalnya: nanya ke perempuan, “Kenapa kamu sering bilang ‘kayaknya’ atau ‘nggak enak’?” Tujuannya:  ngerti perasaan dan pemikiran masing-masing orang. Bukan cuma lihat dari luar. 3.   Paradigma Kritis: "Bahasa bisa bikin orang jadi direndahkan" Fokusny...

Choose theory (tugas 2)

Jadi saya memilih untuk menguasai teori “Language and Gender” Dari the medium yang dikembangkan oleh Robin Lakoof (Amerika Serikat) dalam bukunya yang berjudul “Language and woman’s place” (1975) Asumsi-Asumsi Teori  Language and Gender 1.  Bahasa itu nggak netral Cara orang bicara (terutama perempuan) sering dianggap “lembut”, “lemah”, atau “tidak tegas”. Padahal, itu bukan bawaan lahir. Itu hasil dari cara masyarakat membentuk peran gender itu sendiri. 2.  Perempuan diajarkan bicara berbeda sejak kecil Dari kecil, anak perempuan sering dibilang harus sopan, jangan kasar, harus halus. Akhirnya, gaya bicara mereka pun jadi lebih hati-hati, penuh keraguan, atau tidak langsung Misalnya: “Maaf ya, aku cuma mau tanya boleh...” Sementara laki-laki lebih diajarkan bicara to the point. 3.  Bahasa mencerminkan posisi sosial Cara bicara perempuan sering mencerminkan posisi yang kebih rendah dalam masyarakat patriarki (yang didominasi laki-laki). Bahasa mereka cenderung “me...

What’s theory

Apa itu teori?? Teori adalah pendapat, cara, dan aturan melakukan sesuatu atau bisa juga serangkaian bagian atau variabel, definisi dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah atau memahami dan menjelaskan mengapa sesuatu terjadi . Teori biasanya dibentuk berdasarkan pengamatan, penelitian, dan bukti. Bahasa gampangnya Teori itu kayak jawaban sementara yang masuk akal, sampai ada bukti baru yang memperkuat atau menggantinya. Atau cara kita menjelaskan “kenapa” dan “bagaimana” sesuatu itu bisa terjadi, berdasarkan pengamatan, pengalaman, atau penelitian. Bisa juga dikaitkan dengan mitos-mitos yang dibuktikan secara fakta dan penelitian contohnya; “jangan mandi malam, nanti kena rematik” Kata orang, kalau sering mandi malam bisa kena rematik (nyeri sendi). Faktanya: Rematik itu bukan karena mandi malam. Penyebabnya lebih ke masalah kekebalan tubuh...

Pamali teori language and gender oleh Robin lakoff

Pamali teori language and gender oleh Robin lakoff 1. Bahasa dan Gender Lakoff menjelaskan bahwa perempuan cenderung menggunakan bahasa yang lebih halus dan mendukung, sedangkan laki-laki lebih langsung. Dalam konteks pamali, perempuan mungkin lebih memperhatikan larangan karena norma sosial yang mengatur perilaku mereka. 2.  Makna dan Konteks Pamali sering mencerminkan nilai-nilai gender. Misalnya, larangan tertentu mungkin lebih ketat bagi perempuan, menunjukkan pandangan tradisional tentang peran mereka dalam masyarakat. 3.  Persepsi dan Penilaian Pamali berfungsi sebagai kontrol sosial. Perilaku perempuan sering dinilai lebih ketat dibandingkan laki-laki, sesuai dengan harapan sosial yang ada. 4.  Pengaruh Sosial Lakoff menyatakan bahwa bahasa menciptakan realitas sosial. Dalam hal pamali, ungkapan-ungkapan larangan dapat memperkuat stereotip gender dan legitimasi struktur kekuasaan yang ada.

Teori Komunikasi : Praduga (Tugas 2)

Praduga adalah suatu anggapan atau asumsi awal mengenai sesuatu, yang biasanya belum didukung oleh bukti atau fakta yang kuat. Praduga dalam konteks language and gender merujuk pada asumsi atau stereotip yang terkait dengan bagaimana bahasa digunakan oleh berbagai gender. Misalnya, ada anggapan bahwa perempuan cenderung menggunakan bahasa yang lebih emosional atau lembut, sementara laki-laki dianggap lebih langsung dan tegas. Praduga ini dapat memengaruhi cara orang berinteraksi, bagaimana mereka dipersepsikan dalam komunikasi, dan bahkan memperkuat norma sosial tertentu. Penelitian di bidang ini seringkali mengeksplorasi bagaimana penggunaan bahasa dapat mencerminkan atau memperkuat hubungan kekuasaan, serta bagaimana stereotip gender dapat memengaruhi cara seseorang berkomunikasi dalam berbagai konteks. Melalui pemahaman praduga ini, kita dapat lebih kritis dalam menganalisis interaksi sosial dan bagaimana bahasa berperan dalam membentuk identitas gender.