Paradigma teori (tugas 3)

Paradigma teori “Language and Gender” menggunakan 4 paradigma yaitu;

1. Paradigma Positivisme: "Bisa dihitung dan dibuktikan"

Fokusnya: "Apa bedanya cara ngomong cewek dan cowok?"
  1. Di sini, peneliti kayak ilmuwan yang pakai angka dan data.
  2. Contohnya: menghitung berapa kali perempuan bilang "maaf", atau seberapa sering laki-laki menyela saat orang lain bicara.
  3. Semua hal diukur pakai data, terus disimpulkan.

 Tujuannya: cari pola yang umum dan bisa dipakai buat semua orang.

2. Paradigma Interpretif: "Pahami makna dari obrolannya?"

Fokusnya: "Kenapa perempuan ngomongnya lebih sopan?
  1. Peneliti nyari makna di balik kata-kata itu.
  2. Nggak pakai angka, tapi wawancara dan ngobrol langsung.
  3. Misalnya: nanya ke perempuan, “Kenapa kamu sering bilang ‘kayaknya’ atau ‘nggak enak’?”

Tujuannya: ngerti perasaan dan pemikiran masing-masing orang. Bukan cuma lihat dari luar.

3.  Paradigma Kritis: "Bahasa bisa bikin orang jadi direndahkan"

Fokusnya: "Gimana bahasa bikin perempuan dianggap lebih rendah dari laki-laki?"
  1. Contoh: lihat gimana media atau orang-orang sering gambarin perempuan sebagai sosok yang lemah atau emosional, sedangkan laki-laki dipandang sebagai pemimpin.
  2. Bahasa dianggap bisa memperkuat ketimpangan antara laki-laki dan perempuan.

 Tujuannya: bongkar ketidakadilan dan dorong perubahan biar lebih setara.

4.  Paradigma Postmodern: "Gender dan bahasa itu bisa berubah-ubah"

Fokusnya: "Gender itu nggak cuma laki-laki atau perempuan. Dan gaya ngomong bisa beda-beda tergantung situasi."
  1. identitas itu fleksibel.
  2. Contohnya: ada perempuan yang ngomong tegas kayak laki-laki, atau ada orang non-biner yang pakai bahasa campuran.
  3. Nggak ada aturan tetap soal gimana cara bicara berdasarkan gender.

 Tujuannya: nunjukin kalo  nggak semua laki-laki bicara tegas dan ga semua perempuan bersuara lemah lembut. Bahasa bisa bantu mereka mengekspresikan diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Young Theory

Pamali teori language and gender oleh Robin lakoff

First impresion in class theory communication